Primary

heistudio.co.id

  • Design
  • Research
  • News
  • Career
  • About Us
Primary

heistudio.co.id

  • Design
  • Research
  • News
  • Career
  • About Us
Primary

heistudio.co.id

  • Design
  • Research
  • News
  • Career
  • About Us

Architecture

Design

Interior

Design

Masterplan

Design

hei__studio

Designing places around how people actually live.
Architecture • Interior • Masterplan
Jakarta - Indonesia
Start a Project ⬇️

regenerative landscape. regenerative landscape.
Alkisah di sebuah kota yang hiruk-pikuk. Alkisah di sebuah kota yang hiruk-pikuk.
modular lepas pasang untuk pelengkap aktivitas di modular lepas pasang untuk pelengkap aktivitas di tepi sungai.
Mengusung gaya tropis-modern dengan bentuk linear Mengusung gaya tropis-modern dengan bentuk linear yang menyatu dengan arsitektur bangunan utama. Dinding batu alam menjadi elemen utama yang memberikan kesan natural sekaligus privat, sementara bukaan lebar dan kanopi kayu menciptakan hubungan visual yang kuat antara kolam, taman, dan ruang luar. Penggunaan vegetasi tropis di sepanjang sisi kolam memperhalus komposisi, sedangkan permukaan air yang memanjang memberikan kesan tenang, elegan, dan resort-like.
MCC/ control area. office, lounge, meeting, dan pa MCC/ control area.
office, lounge, meeting, dan pantry area.
induction area.
rest area.

Project ini berlokasi di area RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara. 

Pertama kali survei ke Rorotan, kami cukup kagum melihat bahwa di Jakarta ada fasilitas pengolahan sampah dengan sistem sebesar ini. Selama ini, ketika membayangkan pengolahan sampah di Jakarta, yang muncul di kepala mungkin adalah tumpukan sampah, truk pengangkut, atau tempat pembuangan. Tapi di Rorotan, kami melihat sisi yang berbeda. Di sini, sampah bukan sekadar dipindahkan, tetapi diproses melalui sebuah sistem yang terstruktur untuk menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF). Sebuah fasilitas yang mungkin jarang kita lihat dari dekat, tetapi memiliki peran yang sangat nyata dalam bagaimana sebuah kota mengelola sampahnya.

—

MCC / CONTROL AREA
Salah satu pengalaman yang cukup menarik adalah ketika harus merancang interior MCC / Control Area. Berbeda dengan ruang interior pada umumnya, di sini desain tidak bisa dimulai dari pertanyaan “bagaimana ruang ini terlihat?” tetapi Bagaimana sistem ini bekerja?Posisi peralatan, kebutuhan operator, akses, sirkulasi, maintenance, dan hubungan antar-area harus dipahami terlebih dahulu sebelum diterjemahkan menjadi layout. Dari situ, interior menjadi sebuah proses untuk menyeimbangkan kebutuhan teknis dengan kebutuhan manusia. Ruang kontrol harus bekerja secara efisien, tetapi orang yang mengoperasikannya juga harus dapat bekerja dengan nyaman dan aman.

INDUCTION AREA
Designing the transition. Induction area menarik karena ruang ini berada di antara orang dan operasional fasilitas. Seseorang yang baru datang perlu memahami:
Where am I?
Where should I go?
What should I know before entering?
Karena itu, desainnya tidak hanya berbicara tentang kapasitas ruang, tetapi juga orientation, information, dan transition. Ruang ini menjadi semacam threshold—titik sebelum seseorang masuk lebih jauh ke dalam lingkungan operasional RDF.
Top 15 sayembara Jakarta Reimagined. Tim: @weniem Top 15 sayembara Jakarta Reimagined.

Tim:
@weniemartin 
@firqi11 
@rachmanayubi
Zona Ekologis: Sebuah prototipe untuk mengembalika Zona Ekologis: Sebuah prototipe untuk mengembalikan fungsi ekologis sungai sebagai living blue-green corridor. Tantangan utamanya adalah bagaimana fungsi ekologis ini dapat membantu menurunkan suhu mikro, memitigasi efek Urban Heat Island (UHI), serta mengundang kehadiran fauna, sehingga kawasan ini sengaja dirancang untuk tampil lebih “liar”. Pada saat yang sama, area ini juga harus tetap adaptif sebagai ruang sosial bagi masyarakat.

Melalui studi mendalam terkait bentuk dan pemilihan material, kami berupaya meminimalisasi intervensi yang dapat mengganggu ekosistem. Kami mengusulkan penggunaan sistem modulasi kit-of-parts yang fleksibel dan adaptif, dengan material utama scaffolding baja tahan karat/galvanis dan grating. Massa modul ini dirancang sangat sederhana—berupa rangka yang seolah membingkai alam. Desainnya terkesan ringan dan subtil, tidak berusaha mendominasi, karena alam adalah elemen utamanya. Arsitektur di sini hanya berperan sebagai medium untuk membantu kita menikmati alam.

Mengingat lokasinya yang bersebelahan dengan stasiun kereta di kawasan transit bermobilitas tinggi, kami menerapkan segregasi jalur pedestrian. Pengguna dapat memilih antara jalur yang lebih eksploratif (playful) untuk bersantai, atau jalur pintas yang lebih efisien guna merespons desire lines para komuter.

Prototipe ini digagas karena skala monumental dari bangunan transit Stasiun BNI dirasa kurang ramah terhadap lanskap tepi sungai. Terdapat dua opsi pendekatan untuk merespons hal ini: pertama, menjadikan area lantai dasar (GF) stasiun sebagai active frontage agar area ritel dapat berorientasi ke sungai; atau kedua, menyamarkan skala bangunan melalui vertical greenery guna meningkatkan nilai ekologis sekaligus menarik fauna. Kehadiran fauna sangat krusial, tidak hanya sebagai indikator bio-indikator kualitas udara yang baik, tetapi juga untuk menghadirkan kualitas sensoris—seperti kicau burung—yang disukai publik. Interaksi dengan alam semacam ini telah menjadi standar kualitas placemaking dalam perancangan ruang publik global saat ini.
Sebuah ide untuk mengembalikan fungsi ekologis sun Sebuah ide untuk mengembalikan fungsi ekologis sungai, memperbaiki kualitas udara, mengembalikan hak atas kota, serta menolak gentrifikasi dan segregasi. Menuju Jakarta Kota Global yang Inklusif, Layak Huni, dan Berkelanjutan.

Res(t) Spot: Resonansi Sosio-Spasial
Sebuah antitesis untuk menyelaraskan kembali fungsi ekologis,
infrastruktur fisik, konektivitas, interaksi sosial, serta tata kelola aktivitas dalam satu kesatuan intervensi placemaking partisipatif.
Thinking about spatial flow. This conceptual resid Thinking about spatial flow. This conceptual residential floor plan study analyzes circulation patterns (red-dashed lines) and the integration of internal ‘green pockets’ (yellow bubbles) to create a seamless indoor-outdoor experience. The design explores distinct functional zones connected by a central movement spine, blurring the lines with the landscape. A concept by Hei studio.
public facility construction process. public facility construction process.
bagian paling deg deg an ketika merancang fasilita bagian paling deg deg an ketika merancang fasilitas publik atau komersial adalah review pengguna. semoga secara simultan bisa terus difasilitasi.

cahaya alami….aman
ga panas….aman
sirkulasi udara….aman
tinggi ceiling….aman
kualitas lapangan….aman
tribun….aman
toilet….aman

sejauh ini masih sesuai keinginan pengguna, semoga semakin sehat dan happy bermain padel!

yak, ini masuk ke salah satu EPH (evaluasi pasca huni), cek postingan @puplaproject buat tau lebih lanjut kenapa EPH penting.
Gubahan massa bertingkat yang dibuat adaptif terha Gubahan massa bertingkat yang dibuat adaptif terhadap kegiatan pengguna di dalamnya. Fasad bangunan didominasi rona terakota, mengaplikasikan dinding roster sebagai secondary skin guna mereduksi solar heat gain serta memaksimalkan cross ventilation. 

Struktur pilotis pada area ground floor menghasilkan ruang komunal yang permeable untuk aliran udara yang lebih makro. Integrasi roof garden pada setiap area setback difungsikan sebagai insulasi termal pasif, menciptakan microclimate ideal bagi indoor environment. Aplikasi frameless glass balustrade secara efektif mendilusikan batas spasial ruang in-between, membentuk kohesi visual absolut antara wujud arsitektur binaan, lanskap, dan ekologi alam di lingkungan sekitarnya secara harmonis.
breathable house. breathable house.
Hangat, Playful, Pilotis, Nature, Terakota, Masif, Hangat, Playful, Pilotis, Nature, Terakota, Masif, Void di dalam Box Kontemporer.
Saat konstruksi dimulai, desain mulai berdialog de Saat konstruksi dimulai, desain mulai berdialog dengan realitas. Pada proyek renovasi ini, struktur eksisting yang baru “ketahuan” setelah pembongkaran mengharuskan penyesuaian dimensi vanity agar tetap proporsional dan fungsional. Di saat yang sama, beberapa material mengalami perubahan, baik tekstur maupun warna, karena ketersediaan di lapangan dan evaluasi sampel saat pemasangan. 

Tantangannya bukan mempertahankan gambar secara kaku, melainkan menjaga esensi desain di tengah berbagai penyesuaian.
Konfigurasi cacahan unit merupakan strategi untuk Konfigurasi cacahan unit merupakan strategi untuk meningkatkan rasio ruang terbuka ekologis dalam tapak. Fragmentasi massa memungkinkan distribusi vegetasi yang lebih merata, memperbaiki sirkulasi udara, memperbaiki iklim mikro, sekaligus menciptakan transisi spasial yang lebih manusiawi antara ruang privat dan ruang komunal.
Ruang transisi, jeda sebelum masuk ke living area. Ruang transisi, jeda sebelum masuk ke living area. Bangku built-in, pencahayaan hangat, dan panel kayu vertikal dirancang agar koridor tidak terasa seperti lorong, melainkan ruang yang tetap memiliki fungsi, karakter, dan pengalaman.
“There are no neutral spaces.” Kalimat itu selalu “There are no neutral spaces.”

Kalimat itu selalu mengingatkan kami bahwa setiap ruang selalu membawa konsekuensi. Sebuah ruang mampu membentuk perilaku, memengaruhi cara orang bertemu, bahkan menentukan apakah seseorang ingin tinggal lebih lama atau segera pergi.

Kami memilih struktur bentang lebar dengan selubung lengkung yang terasa ringan. Atap menjadi elemen pemersatu, menaungi seluruh aktivitas tanpa menghadirkan kesan masif. Struktur baja diekspresikan apa adanya, jujur terhadap cara bangunan berdiri, tanpa ornamen yang berlebihan. Pohon, bayangan, angin, dan perubahan cahaya sepanjang hari menjadi bagian dari pengalaman arsitektur.
“Ritme hidup yang kian cepat”, kata klien. Berbasi “Ritme hidup yang kian cepat”, kata klien. Berbasis pada olah rasa yang diinginkan klien kami. Sebuah tempat untuk bernapas lebih lega, menikmati cahaya yang bergerak perlahan, mendengar suara angin, dan kembali merasakan hal-hal sederhana yang sering terlewat dalam keseharian.

Berangkat dari gagasan tersebut, rumah ini dibentuk dengan pendekatan yang mencoba menjadikan alam sebagai bagian dari kehidupan, bukan sekadar latar. Lapisan roster terakota menjadi elemen utama yang bekerja layaknya selubung. Ia menyaring cahaya, mengalirkan udara, sekaligus menjaga privasi tanpa menciptakan batas yang kaku. Di baliknya, rumah tetap terbuka, menghadirkan keseimbangan antara perlindungan dan keterhubungan.

Ruang-ruang di dalamnya dirancang untuk selalu berdialog dengan taman, langit, dan vegetasi. Bukaan yang lebar memungkinkan cahaya dan angin menjadi penghuni yang datang setiap hari, sementara kehadiran taman di berbagai lapisan bangunan menghadirkan pengalaman bahwa alam bukan sesuatu yang dilihat dari kejauhan, melainkan sesuatu yang hidup bersama penghuninya.

Material bernuansa tanah, kayu, dan tanaman dipilih untuk menghadirkan kehangatan yang tidak mengikuti tren sesaat. Semua elemen dirangkai agar rumah terasa membumi. Di sini, kemewahan tidak hadir melalui ornamen yang berlebihan, tetapi melalui kualitas ruang yang membuat penghuninya merasa nyaman untuk tinggal, berkumpul, dan bertumbuh.
Designed as an immersive dining experience, this r Designed as an immersive dining experience, this restaurant blurs the boundary between architecture and nature. A central reflective water court, framed by lush greenery and generous skylights, fills the space with natural light while creating a calm, sensory atmosphere. Warm timber, exposed concrete, and open views establish a timeless tropical character, allowing guests to reconnect with the surrounding landscape.
Follow on Instagram

Human • Earth • Intention

  • Design
  • Research
  • News
  • Career
  • About Us

Add Your Heading Text Here

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

PT Hei Rancang Nusantara

Jl. Wolter Monginsidi 107A, Jakarta 12170, Indonesia
E: info@heistudio.co.id
Ph: +62-859-7504-0047

© 2024

Shopping Basket